Jurus Menteri Eko Putro Angkat Potensi Desa
Liputan6.com, Yogyakarta - Pelatihan pemberdayaan ekonomi
desa menjadi penting jika melihat potensi yang ada di desa besar. Hal
ini menjadi satu kekuatan desa untuk bisa mendongkrak perekonomian dan
menyediakan lapangan kerja.
Demikian pesan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, saat berbincang dengan masyarakat Desa
Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman Yogyakarta, Sabtu
(24/9/2016).
Menurut Eko Sandjojo, karena yang paling mengerti kebutuhan desa
adalah masyarakat desa sendiri, maka potensi yang ada di desa itu bisa
dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat desa dengan tidak mengabaikan
potensinya.
"Kita sekarang polanya mencari lokasi-lokasi khusus pada desa, kita identified butuhnya
apa, karena desa yang maju itu saya lihat yg mempunyai tiga kriteria,
pertama fokus, kemudian mempunyai skala ekonomi dan ketiga memiliki
sarana pasca panen," ujar Eko.
Eko mengatakan , saat ini kementerian PDT dan transmigrasi terus melakukan roadshow ke
berbagai desa di daerah dan bertemu pemerintah setempat demi mendapat
masukan-masukan dan jika sudah ditentukan, pihaknya bersama kementerian
lain akan langsung mendampingi ke desa-desa untuk mengembangkan potensi
desa tersebut.
"Misalnya desa itu mau nanam jagung kita sediakan tanahnya untuk
menanam, Kementerian Pertanian akan siapkan bibitnya dan memberikan
traktor, Kementerian PU akan memberikan irigasi yang besar dan PDT
melalui dana desa bikin irigasi yang tersier seperti jalan-jalan desa,
Kementerian BUMN bantu kreditnya, melalui Bulog bantu sarana pasca
panen," Jelas Eko.
Oleh karena itu, perlu dibuat pelatihan seperti administrasi,
pengelolaan keuangan, manajemen Bumdesa dan pelatihan lain yang
mendukung pengembangan perekonomian desa.
Saat menjawab pertanyaan masyarakat soal pengangkatan pegawai desa
yang masih honorer, menurutnya yang terpenting adalah mengajari
masyarakat khususnya pemuda menjadi pengusaha. Pemuda diajari untuk
membentuk sesuatu, mengubah persoalan menjadi peluang.
Berdasarkan perbincangan tersebut Menteri Desa melihat banyak yang
bisa dikembangkan di Desa Umbulharjo selain wisata. Untuk pengembangan
Bumdesa, menteri melihat ada potensi besar bisa dimanfaatkan, antara
lain pengelolaan umbul, ternak, pemanfaatan sampah dan jasa.
Dana desa tahun anggaran 2016 sebesar 46 triliun lebih atau
meningkat 100 persen dari tahun sebelumnya. Jika dibagi-bagi setiap
desa bisa mendapatkan 400 sampai 800 juta per desa. Belum lagi mendapat
bagian dari propinsi dan kabupaten. Bisa lebih dari 1 miliar per desa.
(Dhita Koesno/Gdn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar